PEMOGRAMAN PERHITUNGAN JUMLAH HURUF DALAM KALIMAT DENGAN BAHASA C++

PEMOGRAMAN PERHITUNGAN JUMLAH HURUF DALAM KALIMAT DENGAN BAHASA C++
Studi Kasus : Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Sunda

Sekilas mengenai pemrogramannya :

“ Perhitungan Jumlah Huruf dalam Kalimat “ adalah sebuah perhitungan untuk menghitung jumlah huruf dalam sebuah kalimat yang tertuang dalam sebuah tulisan. Tulisan tersebut bisa dalam sebuah paragraf maupun banyak paragraf. Pemrograman untuk menghitung jumlah tersebut dibuat oleh penulis dengan menggunakan Bahasa C++ (CPP). Mengapa CPP?, sebenarnya hanya karena lebih mudah saja bagi penulis untuk membuatnya. Sedangkan dengan bahasa pemrograman yang lain juga dapat dilakukan, misalkan PHP dan lain-lain.

Studi kasus kali ini adalah membuat perhitungan jumlah huruf dari 3 (tiga) bahasa yang berbeda, untuk mengetahui banyaknya huruf yang sering digunakan dari ke tiga bahasa tersebut. Bahasa yang digunakan adalah 1 (satu) bahasa nasional yaitu Bahasa Indonesia, 1 (satu) bahasa internasional yaitu Bahasa Inggris, serta 1 (satu) bahasa daerah dan penulis memilih Bahasa Sunda, sesuai tempat di mana penulis bertempat tinggal yaitu Bandung. Pada studi kasus ini, penulis akan menentukan 5 (lima) huruf yang tertinggi yang sering digunakan.

Pada pemrograman ini, penulis membatasi jumlah karakter huruf yang akan di amati sebesar 10.000 buah karakter serta mengabaikan besar atau kecilnya besaran dari huruf (kapital atau non kapital : non sensitive case). Syntaks yang penulis buat, juga mengabaikan karakter simbol dan karakter-karakter lainnya yang bersifat bukan Alphabit (Alphabet). Berikut di bawah ini, source code dari pemrograman CPP yang penulis lakukan.

SourceCode R.E Triono Nuryatno NIM.23208053

SourceCode Edi Triono Nuryatno

Berikut di bawah ini snap shoot contoh pemrograman yang penulis lakukan dan di compile untuk menjadi .exe dengan menggunakan Win32 Console Application, dimana source-nya dalam bentuk C/C++ Source File, sedangkan aplikasi yang digunakan adalah MinGW Developer Studio.

Buat Program Edi Triono Nuryatno

Buat Program Edi Triono Nuryatno

Snap shoot berikutnya adalah running program dari pemrograman yang telah penulis buat, dapat dilihat di bawah ini :

Running Program Edi Triono Nuryatno

Edi Triono Nuryatno

Edi Triono Nuryatno

Edi Triono Nuryatno

Edi Triono Nuryatno

Edi Triono Nuryatno

Perhitungan :

Contoh kalimat dalam tulisan yang penulis ambil untuk perhitungan huruf di Bahasa Indonesia di dapat dari situs web MGB ITB pada bagian sekilas MGB, yaitu sebagai berikut :

Bahasa Indonesia
(http://www.mgb.itb.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=27&Itemid=42)
Sekilas MGB-2007

Majelis Guru Besar (yang selanjutnya disingkat MGB) adalah organ Institut yang melakukan pembinaan kehidupan akademik dan integritas moral serta etika dalam lingkungan Sivitas Akademika Institut. MGB merupakan organ konsultatif Institut yang membangun kepemimpinan dalam mewujudkan pembinaan kehidupan akademik dan integritas moral serta etika profesional dalam lingkungan sivitas akademika Institut.

MGB bertugas:

  • Mengkaji dan mengembangkan konsep pembinaan kehidupan akademik sivitas akademika Institut;
  • Mengkaji dan mengembangkan sistem nilai akademik Institut;
  • Mengkaji dan merumuskan pandangan pengembangan Institut;
  • Memberikan pertimbangan kepada SA mengenai pengusulan pengangkatan Gelar Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) dan penganugerahan penghargaan Institut.

MGB dapat membentuk perangkat pendukung organisasi sesuai kebutuhan dalam bentuk:

  • Komisi dan/atau Badan Kerja yang anggotanya terdiri atas anggota MGB, dan/atau Sekretariat untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sehari-hari;
  • Panitia dan/atau Kelompok Kerja untuk menangani hal-hal yang bersifat khusus, yang anggotanya dapat terdiri atas anggota MGB dan personil lain yang dipandang perlu.

Komisi MGB dipimpin oleh seorang Ketua dan Sekretaris yang dipilih oleh anggota Komisi dari anggota komisi yang menjabat Guru Besar dengan status hubungan kerja tetap. Dalam melaksanakan tugasnya MGB berhak:

  • Mendapatkan akses informasi kepada MWA, SA dan Pimpinan Institut
  • Menyelenggarakan fora ilmiah.

MGB dapat memberikan pendapat atau menyampaikan saran kepada MWA, SA dan Rektor mengenai penyelenggaraan atau penyelesaian permasalahan Institut. MGB dapat memberikan pandangannya tentang masalah-masalah yang berkembang di Institut dan di masyarakat luas kepada MWA, SA, Rektor, masyarakat Institut dan masyarakat luas. Kewenangan lain yang diperlukan untuk melaksanakan fungsi dan tugas MGB akan ditetapkan lebih lanjut dalam Peraturan Institut Anggaran pelaksanaan tugas MGB dibebankan kepada anggaran tahunan Institut.

Hasil Perhitungan Bahasa Indonesia :
Diurut berdasarkan tingkatan banyaknya huruf yang digunakan
Character a = 315
Character n = 201
Character e = 126
Character t = 120
Character i = 110

Contoh kalimat dalam tulisan yang penulis ambil untuk perhitungan huruf di Bahasa Inggris di dapat dari situs web Keamanan O Reilly pada bagian Komunitas, yaitu sebagai berikut :

Bahasa Inggris
(http://broadcast.oreilly.com/2008/11/hacking-the-psyche.html)
Community- 2008-Nitesh Dhanjani

Emotion Dashboard: Targeting Individuals.

The We Feel Fine project does not target specific individuals. The creators of the project imply that doing so would violate an individual’s privacy. Privacy: We Feel Fine only collects and displays data that was already posted publicly on the World Wide Web? We Feel Fine never associates individual human names with the feelings it displays, though it always provides a link to the blog from which any displayed sentence or picture was collected. We Feel Fine is a work of art designed by well meaning intellectuals. It doesn’t have the capability nor the intention of intruding on any one particular person’s privacy, yet the project raised my personal consciousness towards the security and privacy implications of capturing the feelings (past and present) of individuals.

To pursue discussion around the possibility and implications of capturing feelings projected by individuals online, I decided to develop a proof of concept visualization tool that I will call Emotion Dashboard. This is not a production-ready tool of any sort because I do not currently have the resources to develop such a thing. The goal of this tool (if you should even call it a tool) is to demonstrate my ideas and my vision on this particular topic to facilitate and encourage further discussion in the community. Here are the components of Emotion Dashboard:

Case Study: Criminal Investigation and Analysis
There are numerous security and privacy implications of the discussion at hand. I am unlikely to succeed in attempting to iterate them all. Instead, I want to present one particular case study that can further illustrate the impact of this topic.

Hasil Perhitungan Bahasa Inggris :
Diurut berdasarkan tingkatan banyaknya huruf yang digunakan
Character e = 136
Character i = 124
Character t = 122
Character a = 111
Character o = 109

Contoh kalimat dalam tulisan yang penulis ambil untuk perhitungan huruf di Bahasa Sunda di dapat dari situs web Cianjuran pada “ bagian urang sunda nyarios sunda ”, yaitu sebagai berikut :

Bahasa Sunda
(http://cianjuran.wordpress.com/2006/08/31/urang-sunda-nyarios-sunda/)
2006-putradi

Kiwari, basa sunda nu nyata-nyata basa karuhun urang sunda, tos langki digunakeun. tong boro di kota-kota ageung sapertos bogor atanapi bandung. di cianjur wae ge, sok rada sesah milarian anu masih keneh leres-leres nganggo basa sunda. Utamina mah panginten murangkalih sakola. Nu seuseueurna tos langkung resep ngangge basa indonesia kangge basa panganteur sadidinten. Pami di sakola hungkul mah teu nanaon eta oge, da kurikulum pangajaran di urang nganggena basa indonesia. Mung, pami di luar sakola mah cik atuh ngangge basa sunda. da urang teh aya di ligkungan urang sunda. Ari sanes ku urang sunda nyalira mah, ku saha deui atuh basa sunda teh bakal dianggo. piraku ku bule ti amerika mah.

Da kumaha atuh, di bumi na oge ku rama sareng ibu na teu dibiasakeun nyarios basa sunda. Ceunah pami murangkalih nyarios basa indonesia teh gaya. naha ari nyarios basa sunda teu gaya kitu, da gaya atuh. Padahal mah eta teh sami sareng maehan budaya sorangan. enya teu ?. Sok sirik da abdi mah. Bareto, nuju kuliah di bogor rerencangan cakeut abdi sadayana urang batak. Jigana teh, pami urang batak pendak sareng urang batak pasti weh ngangge na basa batak. Naha ari abdi, sok asa ku sesah teh milarian rencang nyarios sunda. Padahal mah pami teu leupat, insyaallah deuih moal leupat bogor teh masih keneh lingkungan sunda.

Alesanna teh da basa sunda nu tiasana mung basa sunda kasar. Atuh keun wae, sugan engke mah tiasa janten lemes. ulah ieu mah malah dipopoheukeun. Sok ah, ti ayeuna mah urang biasakeun nyarios basa sunda. minimal di lingkungan kulawargi heula, teras dipangameungan, atuh sugan engke mah di padameulan. Pan ceunah inohong na jawa barat teh gaduh program, yen basa sunda hoyong dijantenkeun basa nasional kadua saatos basa indonesia. ari tara dianggo mah pamohalan janteun kadua.

Hasil Perhitungan Bahasa Sunda :
Diurut berdasarkan tingkatan banyaknya huruf yang digunakan
Character a = 307
Character n = 157
Character u = 105
Character e = 95
Character i = 91

Referensi :

Bandung, 7 November 2008

Edi Triono Nuryatno

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s