S T E G A N O G R A P H Y
Studi Kasus : Steganography pada Iklan di media cetak Surat Kabar
Sekilas mengenai Steganography
Menurut referensi yang didapatkan melalui Wikipedia Indonesia, Steganografi merupakan seni dan ilmu menulis yang menyembunyikan pesan tersembunyi dengan suatu cara tertentu sehingga selain si pengirim dan si penerima, tidak ada seorangpun yang mengetahui atau menyadari bahwa ada pesan rahasia yang disampaikan. Pada umumnya, pesan steganografi muncul dengan rupa lain seperti gambar, artikel, daftar belanjaan, atau pesan-pesan lainnya. Pesan yang tertulis ini merupakan tulisan yang menyelubungi atau menutupi. Contohnya, suatu pesan bisa disembunyikan dengan menggunakan tinta yang tidak terlihat diantara garis-garis yang kelihatan. Sedangkan pengertian mengenai steganografi dalam buku Keamanan Sistem Informasi berbasis Internet yang ditulis oleh Pak Budi Rahardjo, adalah sebagai berikut “pengamanan dengan menggunakan steganografi membuat seolah-oleh pesan rahasia tidak ada atau tidak nampak. Padahal pesan tersebut ada. Hanya saja kita tidak sadar bahwa ada pesan tersebut di sana”.
Teknik steganografi meliputi banyak sekali metode komunikasi untuk menyembunyikan pesan rahasia (teks atau gambar) di dalam file-file lain yang mengandung teks, image, bahkan audio tanpa menunjukkan ciri-ciri perubahan yang nyata atau terlihat dalam kualitas dan struktur dari file semula. Metode ini termasuk tinta yang tidak tampak, microdots, pengaturan kata, tanda tangan digital, jalur tersembunyi dan komunikasi spektrum lebar. Tujuan dari steganografi adalah merahasiakan atau menyembunyikan keberadaan dari sebuah pesan tersembunyi atau sebuah informasi. Dalam prakteknya kebanyakan diselesaikan dengan membuat perubahan tipis terhadap data digital lain yang isinya tidak akan menarik perhatian dari penyerang potensial, sebagai contoh sebuah gambar yang terlihat tidak berbahaya. Perubahan ini bergantung pada kunci (sama pada kriptografi) dan pesan untuk disembunyikan. Orang yang menerima gambar kemudian dapat menyimpulkan informasi terselubung dengan cara mengganti kunci yang benar ke dalam algoritma yang digunakan.
Lawan dari steganografi yaitu Steganalisis yang didefinisikan sebagai suatu seni dan ilmu dalam mendeteksi informasi tersembunyi. Sebagai tujuan dari steganografi adalah untuk merahasiakan keberadaan dari sebuah pesan rahasia, satu keberhasilan penyerangan pada sebuah sistem steganografi terdiri dari pendeteksian bahwa sebuah file yang diyakini berisikan data terselubung. Seperti dalam Kriptanalisis diasumsikan bahwa sistem steganografi telah diketahui oleh si penyerang dan maka dari itu keamanan dari sistem steganografi bergantung hanya pada fakta bahwa kunci rahasia tidak diketahui oleh si penyerang. Anti steganografi disebut sebagai Stegosystem yaitu berisi tentang penyerangan-penyerangan yang dilakukan terhadap suatu sistem steganografi.
Tugas yang dikerjakan
Pada tulisan steganografi ini, penulis ceritanya adalah seorang aktor intelektual pemilu yang akan mencoba mengirimkan pesan rahasia pada penerima pesan sebagai koordinator masa yang bertugas sebagai eksekutor pesan. Media yang digunakan penulis sebagai pengantar pesan rahasia adalah iklan pada media cetak yaitu surat kabar. Dengan demikian hal pertama yang akan dilakukan oleh penulis adalah membuat iklan sewajar mungkin sehingga tidak akan tampak mencurigakan jika ada yang membacanya. Iklan tersebut tertuang pada gambar 1 di bawah ini, yaitu potongan iklan pada slot makanan dan minuman (dummy) :
- Potongan Iklan Dummy R.E Triono N – 23208053
Gambar.1 Potongan Iklan pada Media Cetak Surat Kabar (dummy)
Bila kita perhatikan dari potongan slot iklan pada media cetak surat kabar di atas, kita bisa melihat bahwa potongan slot iklan tersebut terdiri dari 2 buah iklan baris dan 2 buah iklan gambar. Pesan steganografi bisa saja terdapat pada masing-masing iklan tersebut, baik yang berupa iklan baris maupun iklan gambar. Iklan yang berisi pesan steganografi dapat dilihat pada gambar 2 di bawah ini :
Gambar 2. Iklan yang berisi pesan steganografi
Dimanakah letak pesan rahasianya?. Pesan tersebut berada pada sisi kanan iklan gambar di atas, dan bunyi pesannya adalah sebagai berikut :
“3 NOVEMBER 2008 PILIH NO 7”
Cara membacanya adalah sebagai berikut :
“dibaca huruf depan pada setiap kalimat, termasuk angka”
Pepes Ikan Lada
Ikan Hijau Nikmat
On 7 pm
3 November 2008, adalah tanggal yang telah ditentukan untuk pengerahan masa.
Mengapa penulis membuat steganography pada iklan di slot makanan dan minuman?, jawabannya adalah sebagai berikut :
- Iklan makanan adalah iklan yang lumrah dijumpai di banyak tempat, termasuk surat kabar
Menu makanan dapat diganti-ganti sesuai isi pesan yang akan disampaikan - Penulisan tanggal dapat berubah-ubah sesuai dengan pesan yang akan disampaikan, tanpa membuat orang yang membacanya curiga, kecuali si penerima pesan
- Penulisan waktu-pun dapat berubah-ubah serta dapat disesuaikan
- Lokasi restaurant-nya adalah tempat yang nyata ada serta tempat yang memang benar-benar beroperasi sebagai tempat makan yang juga sebagai kedok tersembunyi dari si pemilik pesan
Demikian pembuatan tugas penulis mengenai Steganography, semoga apa yang penulis tuliskan dalam blog ini, tidak menjadi inspirasi bagi gerakan bawah tanah atau pengacau keamanan untuk menyampaikan pesan-pesan rahasianya. Serta semoga pula pihak aparat keamanan maupun intelijen keamanan negara, setelah melihat blog ini dapat lebih waspada terhadap kemungkinan penyampaian pesan rahasia dalam bentuk steganography di berbagai media, terutama media cetak. Akhir kata, semoga tulisan ini, dapat pula membantu referensi mengenai literatur steganography.
Referensi :
- Random Games. 2008. Cartoon. http://www.randomgames.net/games/snapp_animals/snapp_extras_elephant.htm
- Wikipedia Indonesia. 2008. Steganografi. http://id.wikipedia.org/wiki/Steganografi
- Rahardjo, B. 2005. Dasar-Dasar Keamanan Sistem Informasi. Dalam : Keamanan Sistem Informasi berbasis Internet. PT Insan Infonesia – Bandung dan PT INDOCISC – Jakarta. pp. 31-35
Catatan Penulis :
Tulisan ini dibuat ketika penulis menjadi mahasiswa pada mata kuliah IF5166-Keamanan Informasi Sistem Lanjut di Prodi MTI, Bidang Khusus Chief Information Officer, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung.
Bandung, 2 November 2008
R. E Triono Nuryatno



Bapak yang satu ini, sangat serius dan telaten
serta full organizing dalam hal apapun…
beliau jg helpfull…
hehehehe…:D
Komentar oleh trihartanti — November 4, 2008 @ 10:05 am |